November 08, 2009
Mau berteman dengan semua orang?
1. Milikilah prinsip berteman karena Allah, karena ciri utama persaudaraan dalam Islam adalah “bertemu dan berpisah hanya karena Allah “.
2. Jangan takut berteman: sudah tidak jamannya lagi untuk malu-malu kucing dalam mencari teman, tak perlu takut untuk berkenalan dan mengenalkan orang. Jika dalam hubungan pertemanan antum pernah jengkel, marah dan trauma terhadap seseorang maka tidak pantas hal itu menjadi penghalang untuk terus berteman. Karena memulai lagi hubungan akan tambah sulit. Makanya segera buang pengalaman buruk masa lalu dan segera cari teman baru!
3. Dapat menempatkan diri: dalam segala hubungan ada sifat “give and take” atau memberi dan menerima. Pemberian dan permintaan kita kepada teman harus kita sesuaikan dengan kemampuan diri kita sendiri dan teman kita. Dengan kata lain jangan minta yang aneh-aneh kepada teman, hal ini dapat menimbulkan efek samping renggangnya hubungan pertemanan.
4. Berpikir realistis dan positif: siapaun pasti punya harapan yang ingin dicapai dalam hubungan yang dibina. Cobalah untuk mengetahui apa yang antum harapkan dari pertemanan dan sadari apa yang akan tejadi.
5. Jangan mengekang: banyak orang ingin menjadikan seseorang hanya boleh berhubungan dengan dirinya sendiri bahkan dalam pertemanan. Hal ini merupakan pantangan utama. Bawalah orang ke dalam hidup antum untuk memenuhi keinginan, memberi dukungan dan bantuan kepada antum tanpa mengganggu privasinya.
Semoga bermanfaat bagi antum yang ingin hidup penuh dengan barakah karena ukhuwah dan tetap semangat berteman! read more.....
Kepemimpinan Rasulullah Dalam Peristiwa Hunain
Syawal yang mulia memang merupakan bulan kemenangan bagi kaum muslimin. Jika kita kembali menapaki shirah Rasulullah, kita akan menemukan satu peristiwa kemenangan umat Islam terhadap kaum kafir yaitu dalam peristiwa perang Hunain. Tepatnya pada bulan syawal tahun 8 H. Ketika para kafir di luar Makkah mendengar peristiwa Fath Makkah (Ramadhan 8 H), maka Malik bin Aif Annadhary berkumpul bersama kelompok kafir Hawazin dan Tsaqif untuk berpadu melawan muslimin sebagai pembalasan atas kejadian tersebut. Rasulullah saw pun kemudian keluar menuju medan Hunain pada tanggal 6 syawal bersama 12.000 muslimin.
Pasukan kafir telah menyiapkan perangkap licik atas muslimin. Ketika pasukan muslimin sampai di medan Hunain, mereka tak melihat seorangpun, namun secara tiba-tiba keluarlah ribuan pasukan musyrik dari balik batu, celah-celah bukit dan tanah. Mereka menghujani pasukan muslimin dengan ribuan panah. Pasukan muslimin berhamburan menghindari serangan panah dan mereka meninggalkan shaf, maka disaat yang genting itu Rasulullah saw berteriak dengan kerasnya: “Berkumpullah padaku wahai para muslim! Aku Muhammad keturunan Abdulmuttali!”, seruan ini tidak lain agar menyatukan kembali semangat muslimin Namun karena kacau balaunya keadaan maka sebagian besar muslimin tak sempat mendengarkan komando tersebut hingga hanya tersisa sekitar 120 orang saja dari Muhajirin dan Anshar. Diantara mereka adalah para sahabat besar dan ahlubait Rasulullah yaitu Abu Bakar Ashhidiq, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, dan Abbas bin Abdulmuttalib yang terus mengitari Rasulullah untuk melindungi beliau. Melihat keadaan itu maka Rasulullah bukanlah menghindari serangan musuh yang akan tertuju kepada beliau, namun beliau justru maju menyerang musuh seraya berkata:” Aku nabi yang tak berdusta…, aku keturunan Abdulmuttalib!”. Maka perbuatan Rasulullah ini mengembalikan semangat mereka yang terpecah pelah, hingga sedikit demi sedikit mereka mulai kembali ke shaf dan berpadu kembali.hingga peperangan berakhir dengan kemenangan pasukan muslimin.
Sekembalinya dari perang Hunain, Rasulullah membagi-bagi ghanimah kepada banyak muslimin, terkecuali Anshar. Maka ada beberapa kaum Anshar yang berkata:” jika dalam kesulitan kamilah yang dipanggil, namun saat pembagian ghanimah kami tidak diberi”. Ketika ucapan ini sampai kepada Rasulullah, maka beliau mengumpulkan kaum Anshar, seraya bekata:” Aku berikan dunia untuk mereka, dan Aku berikan diriku untuk kalian wahai kaum Anshar, cukuplah diriku ini yang kuberikan untuk kalian..? mereka pulang membawa harta sedangkan kalian kalian pulang mendapatkanku.., cukupkah bagi kalian?”. Maka kaum Anshar bertakbir, seraya menjawab: “cukup wahai Rasulullah.., sungguh ini anugrah terbesar bagi kami..!”.
September 15, 2009
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas Dan langkah..
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin
SEGENAP KELUARGA BESAR LEMBAGA DAKWAH KAMPUS STAIN SURAKARTA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 HIJRIYAH read more.....
