FKK Zona 4 tahun 2011

Alhamdulillah ,telah dilaksanakanya FKK zone 04/2011. luar biasa acara tersebut benar-benar berkesan bagi anggota semua. kami dari bidang humas berharap semoga acara seperti ini berjalan tiap semester, ternyata banyak sekali permasalahan-permasalahan yang di hadapi tiap lembaga dakwah kampus, di mulai dari virus VMJ yang menyerang hampir semua kader dakwah, kurangnya sdm, koordinasi antar anggota, dan masih banyak lagi, dan semua permasalahan itu berhasil di selesaikan dan di pecahkan bersama-sama. Memang beginilah jalan dakwah, harus di manajemen, karena kelemahan dakwah Islam ada di manajemen, semoga acara yang sederhana membawa manafaat yang luar biasa amiiin.
Kami dari tim humas bersyukur kepada Allah atas berlangsungnya acara ini dengan lancar. dan kepada semua kru panitia .
thanks for : ketum,kabid, ketupat. dan orang yang membantu terealisirnya acara ini baik dari ikhwan maupun akhwat

Seminar Akademik 2010


Alhamdulilah...

Sukses untuk acara seminar akademik yang menghadirkan Bapak Budiyanto penulis Profethic Learning dari Jogja. acara yang ditujukan kepada mahasiswa baru 2010 khususnya serta mahasiswa lama STAIN Surakarta ternyata cukup diminati terbukti peserta yang berjumlah lebih dari 300 peserta memenuhi gedung Graha STAIN Surakarta..
selamat kepada bidang syiar dan panitia yang telah mensukseskan acara tersebut...
semoga seminar akademik tahun depan lebih keren dan bermanfaat...

Festival Remaja Islam Se-Surakarta (FRISKA)

Buat kamu - kamu semua adik - adik SMA/MAN/SMK sederajat. yuk...! ikutan lomba yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) IAIN Surakarta. Festival remaja Islam se Surakarta (FRISKA) dengan berbagai lomba yang bisa kamu ikuti antara lain: Cerdas Cermat Islam (CCI) Hafalan ayat - ayat pilihan. Drama, lomba Nasyid juga ada lho... buat kamu - kamu yang ngaku kreatif ikuti juga lomba membuat produk kreatif dari barang bekas. dont miss it, peserta terbatas...
untuk info lebih lengkap bisa save as image pamflet diatas atau download aja disini....

LDK IAIN SURAKARTA jadi Tuan rumah FSLDKD VII SoloRaya

LDK STAIN Surakarta bekerjasama dengan Puskomda Solo Raya adakan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDK-D) VII Solo Raya pada tanggal 22-23 Januari 2011 agenda dua tahunan ini berlangsung di IAIN Surakarta dengan LDK IAIN Surakarta sebagai tuan rumah dan tema “Akselerasi LDK untuk Membangun LDK yang Kokoh dan Profesional”.

Agenda hari pertama, 22 Januari 2011 FSLDK-D VII Solo Raya adalah penyajian materi yang disampaikan oleh beberapa pembicara, antara lain:

  1. “Manajemen Dakwah Kampus” disampaikan oleh HP Arif (UNS) dan Adi Riza (UNILA)
  2. “Kaderisasi” disampaikan oleh Pekik (BK MENAS UPI)
  3. “Mentoring” disampaikan oleh Edi Susanto, S.Sos (UNS)
  4. “Keikhwanan” disampaikan oleh Arif Priyanto, S.Pd (IAIN) dan “Keakhwatan” disampaikan oleh Asri Istiqomah (Redaktur Indiva).

Agenda pada hari kedua, 23 Januari 2011: dibuka dengan tausiyah oleh ustad Syaifuddin, Berikutnya laporan RAPIMNAS dari UNDIP selaku BK PUSKOMDA JATENG serta laporan kegiatan PUSKOMDA UNS kepada seluruh LDK se-Solo Raya yang hadir di acara tersebut. Acara yang terpenting adalah pemilihan PUSKOMDA baru serta tempat FSLDK-D VIII. Dan akhirnya terpilih kembali JN UKMI UNS sebagai PUSKOMDA dan UNISRI sebagai tuan rumah FSLDK-D VIII dua tahun ke depan. Acara ditutup dengan closing statement oleh PUSKOMDA baru, serta penyerahan simbolik PUSKOMDA periode lalu kepada PUSKOMDA baru dan tuan rumah FSLDK D VII kepada tuan rumah FSLDKD VIII.

FAISKA (Festival Anak Islam Se-Surakarta) VI

LDK STAIN Surakarta adakan FAISKA VI. Acara tahunan ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 5 maret 2011 bertempat di Kampus IAIN Surakarta dengan 5 macam lomba antara lain Mewarnai, Pildacil, CCI(cerdas,cermat Islam),pentas Seni,hafalan. Adapun tema pada tahun ini adalah "Menumbuhkan Generasi Kreatif Dengan Spirit Keislaman Menuju Generasi Rabbani". bagi para pengelola TPA/TPQ segera daftarkan santriwan/santriwati anda. Peserta Terbatas info lebih lengkap tentang lomba bisa didownload disini....

LDK ACTION COMING SOON

Tabligh Akbar bersama ust. Gun Gun Abdul Ghofur, S.Psi,S.Pdi,MM di masjid Al-Kautsar pada hari Senin 14 Februari 2011 pukul 19.30
Presented By LDK STAIN, Takmir & Jama'ah masjid An-Nur

FAISKA (Festival Anak Islam Surakarta) VI pada Sabtu, 5 Maret 2011

FARISKA (Festival Remaja Islam) pada Minggu 6 Maret 2011


PERAN MUSLIMAH MELAWAN KRISTENISASI

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk ( yang benar).....” (QS Al Baqarah : 120).

Secara kuantitas Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, namun secara kualitas umat muslim di negara ini masih tergolong rendah. Tingkat moralitas dan akhlak jauh dari cerminan pribadi muslim ideal. Faktor terpenting yang mempengaruhi keadaan ini adalah rendahnya pemahaman akan Islam itu sendiri, menyebabkan pondasi aqidah yang terbangun sangat rapuh dan mudah goyah.

Rapuhnya aqidah umat Islam menjadi sasaran strategis bagi para Evangelis atau misionaris untuk mulai menyebarkan ajaran Injil. Dengan berbagai cara yang tentunya mengandalkan materiil, maka sangat mudah bagi mereka untuk melancarkan misi mengiring "domba- domba sesat" ke dalam "kandang gereja". Tidaklah mengherankan jika dari tahun ke tahun jumlah umat Islam yang berpindah agama terus meningkat.

Strategi penginjilan pada Zaman penjajahan Belanda secara langsung maupun tidak langsung masih digunakan saat ini karena dinilai masih relevan. Umat Islam benar-benar diuji kesabaran dalam menghadapi hal ini. Setelah sebelumnya umat Kristiani gagal menaklukkan Ambon dan Poso untuk dijadikan kota Injil melalui strategi perang fisik melawan umat Islam. Bukan berarti misi penginjian berhenti sampai di sini saja, melainkan malah menunjukkan peningkatan. Belum lama ini umat Islam Bekasi ‘kecolongan’ dengan adanya aksi pawai dan pembentukan formasi salib yang menjadi simbol perlawanan Kristen-Islam di halaman Masjid Al Barkah, Bekasi.

Melihat fenomena ini tentunya kita sebagai seorang muslimah tidak bisa tinggal diam dan menutup mata tanpa berupaya menangkal pengaruh kristenisasi. Muslimah memiliki peran strategis untuk membentengi umat Islam dari bahaya pemurtadan. Diantara langkah yang bisa diambil adalah:

1. Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu agar bisa berIslam secara kaffah.

“...Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, ‘Kami beriman kepadanya (Al Qur’an), semuanya dari sisi Tuhan kami.’ Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.” (QS Ali imran: 7)

2. Mampu memisahkan yang haq dan batil.

“Katakanlah (Muhammad), tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah waai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.” ( QS Al Maidah:100)

3. Kritis terhadap hal yang terjadi di sekitarnya.

4. Menyampaikan ilmu yang dimiliki kepada umat Islam lainnya.

5. Memiliki ketakutan hanya pada Allah dan menyandarkan semua padaNya.

6. Bergerak bersama saudara muslim lainnya dalam sebuah jama’ah.

Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Ali bin Abuthalib, bahwa kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah oleh kebatilan yang terorganisir rapi.

Muslimah harus mengambil peran dalam gerakan menangkis kristenisasi sekecil apapun. Karena ini sudah menjadi tugas kita untuk memenangkan agama Islam di muka bumi. Kita hatus menyadari bahwa kebenaran dan kebatilan tidak bisa berdampingan. Jika kebatilan berkuasa maka kebenaran akankalah dan lenyap, begitupula sebaliknya.

(By: Nisa LDK’11)

Proklamasi dan Ramadhan


Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Bung Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia ( Hatta, 1970:53 ).

Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera. Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah. Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.

Sementara itu, rakyat yang telah mengetahui akan dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan telah berkumpul. Rumah Soekarno telah dipadati oleh sejumlah massa pemuda dan rakyat yang berbaris teratur. Beberapa orang tampak gelisah, khawatir akan adanya pengacauan dari pihak Jepang. Matahari semakin tinggi, Proklamasi belum juga dimulai. Waktu itu Soekarno terserang sakit, malamnya panas dingin terus menerus dan baru tidur setelah selesai merumuskan teks Proklamasi. Para undangan telah banyak berdatangan, rakyat yang telah menunggu sejak pagi, mulai tidak sabar lagi. Mereka yang diliputi suasana tegang berkeinginan keras agar Proklamasi segera dilakukan. Para pemuda yang tidak sabar, mulai mendesak Bung Karno untuk segera membacakan teks Proklamasi. Namun, Bung Karno tidak mau membacakan teks Proklamasi tanpa kehadiran Mohammad Hatta. Lima menit sebelum acara dimulai, Mohammad Hatta datang dengan pakaian putih-putih dan langsung menuju kamar Soekarno. Sambil menyambut kedatangan Mohammad Hatta, Bung Karno bangkit dari tempat tidurnya, lalu berpakaian. Ia juga mengenakan stelan putih-putih. Kemudian keduanya menuju tempat upacara.

Marwati Djoened Poesponegoro ( 1984:92-94 ) melukiskan upacara pembacaan teks Proklamasi itu. Upacara itu berlangsung sederhana saja. Tanpa protokol. Latief Hendraningrat, salah seorang anggota PETA, segera memberi aba-aba kepada seluruh barisan pemuda yang telah menunggu sejak pagi untuk berdiri. Serentak semua berdiri tegak dengan sikap sempurna. Latief kemudian mempersilahkan Soekarno dan Mohammad Hatta maju beberapa langkah mendekati mikrofon. Dengan suara mantap dan jelas, Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan singkat sebelum membacakan teks proklamasi

***
Cerita diatas adalah cukilan kisah di hari jumat tanggal 9 Ramadhan 1364 yang bertepatan dengan 17 Agustus 1945, yaitu cukilan kisah prokamasi kemerdekaan Republik Indoensia. Kini delapan Windu jaraknya dari hari itu Republik Indoensia telah merdeka. Sebuah kemerdekaan yang merupakan rahmat Allah SWT. Sehingga tidak salah bila dalam pembukaan UUD 1945 tertulis: “Dengan rahmat Allah SWT bangsa Indonesia telah sampai kepada pintu gerbang kemerdekaan”. Sebab, tanpa rahmat Allah SWT, rasanya mustahil bangsa Indonesia mencapai pintu kemerdekaan. Kalimat “rahmat Allah SWT” yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 tersebut, sesuai dengan hadits Nabi saw yang berbunyi;
“Bulan Ramadhan pase pertamanya adalah rahmat, pertengahannya adalah maghfirah (ampunan) dan akhiirnya adalah kebebasan dari api neraka”. (HR: Muslim).
Bukankah proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi pada tanggal 9 Ramadhan yang merupakan fase pertama bulan Ramadhan yang penuh rahmat? Subhanallah !!. Inilah yang harus dipahami umat islam, sehingga umat Islam tidak bersikap sekuler dan nasionalis buta.

Untuk itu, dalam memperingati hari kemederkaan RI dan mendekati masuknya bulan Ramadhan, hendaknya umat Islam mengintrospeksi mengapa kini umat islam terpuruk di bangsanya sendiri?, mengapa umat islam menjadi tamu di negerinya sendiri. Apakah memang telah terjadi pergeseran akidah dan semangat antara umat Islam dahulu dengan umat Islam kini? Jika dulu asset bangsa yang dirampas kita rebut kembali, kini sebaliknya, asset negara dijual ke pihak asing? Jika dulu setiap kita mempersembahkan apa saja untuk negara, kini justru merampas harta negara untuk kepentingan dirinya. Jika dulu berjuang demi agama dan umat, kini berjuang hanya untuk dunia. Apakah ini yang menyebabkan bangsa ini terpuruk?.

Dalam Ramadhan yang akan kita masuki nanti-lah waktu yang tepat untuk membersihkan hati, meluruskan niat, dan memompa semangat spritual dan semangat juang. Oleh karena itu, dalam hidupnya Nabi saw tidak pernah meninggalkan momen Ramadhan sebagai charger (pengisi) kekuatan iman dengan cara beri’itikaf.

Proklamasi kemerdekaan terjadi pada bulan Ramadhan dan kemenangan-kemenangan pun banyak terjadi pada bulan Ramadhan. Marilah kita isi kemerdekaan in dengan semangat Ramadhan. Semangat membangun lahir dan batin. Semangat berjuang mencari ridho Alllah SWT. Semoga kita dapat meraih kembali kemerdekaan yang hakiki. Amin.

Wallahu’alam Bishowab

Referensi :
Situs Wikipedia
Situs Sekretaris Negara Republik Indonesia
Tulisan H. Muhammad Jamhuri, Lc
from : gamais.itb.ac.id

Ketua terpilih LDK periode 2010 -2011


MUSYANG IX LDK STAIN Surakarta yang dilaksanakan di Aula SMA IT Nurhidayah tepat pada minggu 30 mei 2010 pukul 17.23 WIB akhirnya memutuskan Akh Anwar Nuris sebagi Ketua Umum LDK STAIN surakarta periode 2010 -2011. Dengan berbagai pengalaman baik sebagai kabid Kaderisasi periode 2009 -2010 maupun juga sebagai ketua BEM JEBI periode 2009 -2010 bisa menjadikan modal yang berharga untuk membawa LDK kedepan menjadi lebih baik.

MUSYANG IX



undangan kepada semua anggota LDK STAIN SURAKARTA
dalam Musyawarah Anggota. kedatangan antum/antumna membawa makna tersendiri untuk kemajuan LDK kedepan..
datang ya...!!!

Syiar On Air




Syiar ON Air merupakan kegiatan yang bekerja sama dengan radio Dista FM STAIN Ska. kegiatan ini berlangsung setiap senin sore jam 4. syiar melalui radio ini biasanya di isi oleh anggota, maupun pengurus LDK dengan tema - tema tertentu.bagi temen - teman yang pengin tahu serunya seperti apa Syiar On Air, silahkan dengerin DISTA FM 107,8 FM senin sore jam 4.

FAISKA V


Indonesia Menyikapi Perdagangan Bebas

Dibukanya hubungan perekonomian dengan negara-negara di seantero dunia merupakan konsekuensi yang luas terhadap perekonomian di suatu negara. Konsekuensi ini mencakup aspek ekonomis maupun non ekonomis, dan bisa bersifat positif maupun negatif.
Pada dasarnya barang dan jasa yang diproduksi sudah melebihi kebutuhan konsumsi manusia, sehingga dari pandangan ekonomi Islam, bahwa dari ketersediaan barang dan jasa secara melimpah ruah ini kemudian dapat dipastikan akan timbul masalah-masalah yang terkait dengan interaksi antar manusianya. Karena aktivitas ekonomi yang paling besar justru didominansi oleh transaksi barang dan jasa di tengah-tengah manusia. Dengan kata lain, distribusi barang dan jasa ditengah-tengah manusia menjadi problem asasi dibanding problem kelangkaan barang dan jasa tersebut. Lalu apakah problem distribusi tidak cukup untuk diselesaikan dengan mekanisme pasar bebas sebagaimana dalam ekonomi konvensional? Mari kita simak salah satunya dalam kesepakatan kerjasama perdagangan bebas Indonesia-China dan ASEAN.
Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, yang disebut dengan ASEAN-China Free Trade Agreement (CAFTA). Perjanjian ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2002. Pertanyaannya, apakah kebijakan pasar bebas ini akan membawa perubahan nasib rakyat negeri ini yang masih dihimpit dengan kemiskinan?
Ernovian G Ismy, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyatakan kekhawatirannya atas pemberlakukan perdagangan bebas ASEAN-Cina, di antaranya terjadinya perubahan pola usaha yang ada dari pengusaha menjadi pedagang. Intinya, jika berdagang lebih menguntungkan karena faktor harga barang-barang impor yang lebih murah, akan banyak industri nasional dan lokal yang gulung tikar hingga akhirnya berpindah menjadi pedagang saja (Republika, 4/1/2010).
Implikasi dari kebijakan perdagangan bebas antara Indonesia dan China
Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah atas persetujuan perjanjian perdagangan bebas tersebut, terutama dari kesiapan kalangan industri-industri dalam negeri kita, serta faktor-faktor pendukung dalam meningkatkan daya saing terhadap produk-produk China. Kemudian apakah China merupakan negara yang tepat dalam menjalin kerjasama dalam perdagangan bebas tersebut? Beberapa hal ini lah yang kini menjadi perhatian kalangan para industri.
Dari sumber yang didapat, dalam praktiknya pasar China hanya menyumbang sedikit dari rata-rata pendapatan perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di negaranya. Pasar China hanya menyumbang kurang dari 2 persen dari penjualan peruahaan sekaliber Pfizer, Astra-Zeneca, dan Bayer. Contoh lain, Procter and Gamble (P&G) merupakan salah satu perusahaan manufaktur multinasional raksasa yang hanya mendapatkan kurang dari 5 persen dari total pendapatannya dipasar China (The Economist, 17 Oktober 2009). Praktik proteksionisme tetap terjadi di RRC, bahkan pasca tergabungnya negara itu dalam rezim perdagangan bebas WTO pada tahun 2001.
Sampai dengan 2007, nilai impor Indonesia terhadap RRC telah mencapai 8,5 miliar dollar Amerika Serikat. Angka ini menempati urutan kedua dalam daftar negara importer ke Indonesia. Peringkat pertama ditempati Singapura dengan nilai sebesar 9,8 miliar dollar AS. Sedangkan RRC hanya menjadi tujuan terbesar keempat dalam ekspor Indonesia setelah Jepang, AS, dan Uni Eropa. Ironi masih terjadi di dalam negeri kita. Jika dilihat dari indeks produksi industri sedang dan besar pada triwulan I tahun 2008, hampir semua sektor dalam industri manufaktur di Indonesia mengalami penurunan. Hanya ada empat sektor yang mengalami penguatan, yakni industri makanan dan minuman, indsutri pengolahan tembakau, industri barang dari kulit dan alas kaki, serta industri furniture dan pengolahan lainnya. Sangat disayangkan upaya untuk meningkatkan kinerja ekonomi nasional belum mencapai harapan. Masuknya produk China tentu akan semakin memberikan keuntungan baginya karena konsumsi dalam negeri kita yang semakin meningkat, tetapi sekaligus menjatuhkan industri manufaktur nasional Indonesia. Padahal, dari seluruh sektor ekonomi penyumbang produk domestik bruto Indonesia, industri manufaktur hingga tahun 2008 masih menempati urutan pertama dengan persentase sebesar 27,8 persen. Posisi kedua adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan dengan persentase 14,3 persen dan posisi ketiga adalah perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 13,9 persen.
Dari sini dapat kita lihat bahwa perdagangan bebas yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 ini akan mengancam industri dalam negeri kita. Hal ini mungkin disebabkan karena penandatangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan China tanpa melibatkan para industriwan yang tidak lain merupakan aktor utama dalam persaingan tersebut. Kebanyakan industri-industri dalam negeri kita masih banyak yang belum siap dalam menghadapi perdagangan bebas tersebut.
Disisi lain kalau kita lihat dari kesiapan negara China dalam menghadapi pasar bebas tersebut, mereka sudah mempersiapkan pembangunan industrinya secara serius. Hal ini dapat kita lihat dari pembangunan infrastruktur yang sudah memadai, energi sangat mendukung aktifitas industri,dsb. Hal ini berlawanan dengan keadaan sebenarnya di Indonesia. Ditengah gencar-gencarnya dalam menghadapi perdagangan bebas di Indonesia, pemerintah kurang memperhatikan kesiapan industri dalam negeri kita. Banyak faktor-faktor yang dianggap penting dalam mendukung daya saing produk kita yang kurang mendapat perhatian serius oleh pemerintah kita.
Untuk mengimbangi kemampuan para pengusaha yang merasa kesulitan dalam bersaing menghadapi produk China dalam perdagangan bebas, untuk itu pemerintah diharapkan membenahi kembali secara serius faktor-faktor yang menjadi prioritas dalam meningkatkan daya saing industri kita terhadap produk-poduk impor China ke Indonesia. Dan juga diperlukan strategi pengimbang yang harus dijalankan oleh pemerintah dalam menyikapi kebijakan persetujuan perdagangan bebas antara ASEAN dengan China yang telah berlaku di Indonesia sejak 1 Januari 2010 lalu, diantaranya yaitu: pemerintah perlu mensosialisasikan cinta produk dalam negeri kepada masyarakatnya, karena produk yang dihasilkan didalam negeri memiliki kualitas yang tak kalah sama dengan yang diproduksi dari China, semangat nasionalisme masyarakat kita perlu dibangun kembali.
Dari sini pun telah terungkap fakta yang menunjukkan bahwa produksi barang dan jasa dalam negeri yang melimpah ruah saat ini belum terdistribusi secara adil di tengah-tengah kita sehingga Mekanisme pasar bebas hanya membuat pihak yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin dan ini berarti bahwa mekanisme pasar bebas telah gagal.
Sesunguhnya Islam telah menawarkan kepada umat suatu sistem ekonomi yang dapat membangun kemandirian negara sekaligus menjamin berkembangnya industri-industri dalam negeri serta sektor ekonomi lainnya. Sistem Ekonomi Islam mengatur kepemilikan individu, kepemilikan negara dan kepemilikan umum. Kewajiban negara adalah memastikan tersedianya bahan baku, energi, modal dan pembinaan terhadap pelaku ekonomi rakyatnya. Negara juga wajib mengatur ekspor dan impor barang sehingga betul-betul bisa mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat. Eskpor bahan mentah, misalnya, seharusnya dibatasi. Sebaliknya, ekspor barang-barang hasil pengolahan yang lebih memiliki nilai tambah harus terus ditingkatkan selama telah memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebaliknya, impor barang-barang yang bisa mengancam industri dalam negeri harus dibatasi. Impor seharusnya hanya terbatas pada barang-barang yang bisa memperkuat industri di dalam negeri. Semua itu dilakukan antara lain dalam melindungi berbagai kepentingan masyarakat. Sebab, kewajiban negaralah untuk menjadi pelindung bagi rakyatnya.
Untuk mengelola problem ekonomi yang mendunia ini Islam memiliki cara pandang yang tepat melalui ilmu ekonomi Islam yang telah jauh-jauh hari mengaturnya. Ekonomi Islam terfokus mengatur perbuatan manusia yang terkait dengan barang dan jasa pada intinya Islam diturunkan tidak untuk mengatur kuantitas barang dan jasa, tetapi kualitas barang dan jasa. Problem ekonomi yang asasi menurut pandangan ekonomi Islam adalah masalah interaksi barang dan jasa di tengah-tengah manusia. Ekonomi Islam lebih terfokus kepada perbuatan manusianya, bukan terfokus pada kuantitas barang dan jasanya, sebagaimana dalam ekonomi konvensional. Ekonomi Islam bersifat mengikat terhadap seluruh manusia dan Allah telah menyiapkan siksa bagi yang menyimpang darinya. [fa_berbagai sumber]

KEMANDIRIAN KARAKTER WANITA

Allah SWT telah menciptakan satu makhluk yang paling sempurna diantara makhluknya yang lain, yaitu manusia. Diantara 2 jenis manusia yaitu laki-laki dan wanita Allah tidak membedakan akan amal dan ibadahnya. Untuk itu baik laki-laki maupun wanita masing-masing memiliki tanggung jawab pribadi akan kehidupannya kepada Allah SWT. Wanita muslimah khususnya memiliki karakter kemandirian dalam kehidupannya terkait dengan bahwa ia adalah hamba-Nya. Karakter kemandirian itu tercermin dalam shirah-shirah sebagai berikut:
1. Bersama Laki-laki Wanita Menerima Seruan Allah Sejak Hari Pertama
Abu Hurairah berkata: "Ketika Allah menurunkan ayat Wa andzir 'asyiaratakatul aqrabin (peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat), Rasulullah saw. berdiri lalu berkata: 'Hai orang-orang Quraisy, belilah diri kalian, aku tidak bisa membantu kalian dari siksa Allah sedikit pun. Hai Bani Abdi Manaf, aku tidak bisa membantu kalian dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Abbas bin Abdul Muttalib, aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Shafiyyah, bibi Rasulullah, aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah sesukamu uang/hartaku, tetapi aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun.'" (HR Bukhari dan Muslim).
Dari sekian banyak kaum laki-laki yang disebut maka Rasulullah pun menegaskan bahwa wanita mempunyai tanggung jawab pribadi atas dirinya kepada Allah dengan menyebut nama Fatimah binti Muhammad.
2. Wanita yang Lebih Dahulu Beriman daripada Suaminya
Abdullah bin Abbas berkata: "Aku dan ibuku termasuk golongan orang lemah/tertindas. Aku dari kalangan anak-anak dan ibuku dari kalangan wanita." (HR Bukhari) Dalam menguraikan bab ini Bukhari berkata: "Ibnu Abbas r.a. bersama ibunya termasuk di antara orang-orang yang lemah/tertindas. Dia tidak ikut bersama ayahnya dalam menganut agama kaumnya." Sementara Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan hadits tersebut sebagai berikut: "Nama ibunya Lubabah binti al-Harits al-Hilaliah (diberi gelar Ummul Fadhal, karena al-Fadhal adalah anak tertua dari keluarga Abbas). Kata-kata: 'Dia tidak ikut bersama ayahnya dalam menganut agama kaumnya,' adalah perkataan pengarang berdasarkan pengamatannya sebab Abbas masuk Islam setelah terjadinya Perang Badar. Namun pendapat ini masih dipertikaikan oleh para ulama. Yang benar adalah bahwa Abbas berhijrah pada awal tahun penaklukan Kota Mekah. Dia datang bersama Nabi saw., lalu ikut serta dalam penaklukkan tersebut." Wallahu a'lam.
Kamandirian wanita untuk menganut agama Islam sudah terbukti dengan tanpa suami mereka, pada awal dakwah Islam mereka mampu untuk memutuskan menganut Islam.
3. Wanita yang Mengajak Kaumnya Beriman
Imran bin Hushain berkata bahwa mereka pernah bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan :” ketika itu kami sudah merasa haus sekali. Tiba-tiba di tengah perjalanan kami bertemu dengan seorang wanita yang kedua kakinya terjuntai di antara dua girbah (gentong dari kulit) air besar (di atas tunggangannya). Kami bertanya kepadanya: "Dimana ada air?" Dia menjawab: "Aduh, tidak ada air." Kami bertanya lagi: "Berapa jauh jarak antara keluargamu dengan air?" Dia menjawab: "Satu hari satu malam (perjalanan)." Kami berkata: "Kalau begitu, pergilah temui Rasulullah saw.!" Wanita itu bertanya: "Apa itu Rasulullah?" Karena susah untuk menjelaskannya, akhirnya wanita itu kami bawa menghadap Rasulullah saw. Ketika ditanya oleh Nabi saw. jawabannya sama seperti apa yang dia katakan kepada kami sebelumnya. Cuma saja dia menambahkan bahwa dia menanggung beberapa anak yatim yang masih kecil-kecil. Lalu Nabi saw. memerintahkan untuk mengambil kedua girbah airnya yang masih kosong, kemudian mengusap mulut kedua girbah air tersebut. Akhirnya kami yang kehausan berjumlah empat puluh orang bisa minum sepuas-puasaya. Bahkan semua girbah dan bejana yang ada kami isi penuh dengan air. Hanya unta yang tidak kami beri minum. Sedangkan girbah-girbah air tersebut seakan mau meledak karena kepenuhan. Kemudian Rasulullah saw. berkata: "Kemarikanlah apa yang ada pada kalian." Akhirnya terkumpullah untuk wanita itu beberapa potong roti dan kurma hingga bisa dia bawa kepada keluarganya. Wanita itu bercerita (kepada kaumnya): "Aku bertemu dengan orang yang paling hebat sihirnya, atau dia itu adalah seorang nabi sebagaimana yang mereka katakan." Lalu Allah memberi petunjuk (hidayah) kepada kaum itu dengan (perantara) wanita tersebut. Akhirnya wanita itu dan kaumnya masuk Islam”.
Wanita-wanita dengan sifat kemandirian ini telah mengakui kebesaran Allah dengan bentuk keimanan dan ketaatannya. Islam yang samil dan mutakamil telah mengatur peran laki-laki dan wanita sesuai dengan kemampuan dan kesesuaian tempatnya, sehingga tidak ada pembedaan ketika penghisaban atas amal dan ibadanya di dunia sesuai dengan peran yang telah diberikan.(s3)

Kejujuran

Rasulullah SAW ditanya oleh seorang sahabat; "Mungkinkah seorang mukmin itu pengecut?"
"Mungkin," jawab Rasulullah.
"Mungkinkah seorang mukmin itu bakhil (kikir)?"
"Mungkin," jawab Rasulullah.
"Mungkinkah seorang mukmin itu pembohong?"
Rasulullah menjawab, "Tidak!"
Ulama besar dari Universitas al-Azhar Kairo, Sayid Sabiq (almarhum) ketika menukilkan hadis ini dalam bukunya Islamuna menjelaskan bahwa iman dan kebiasaan bohong tidak bisa berkumpul dalam hati seorang mukmin. Rasulullah SAW berwasiat agar umat Islam memiliki sifat jujur, dan menjauhi sifat pembohong. Islam tidak akan tumbuh dan berdiri kokoh dalam pribadi yang tidak jujur.
Kita baca sejarah pribadi besar Nabi Muhammad SAW, selama 40 tahun beliau menjadi pribadi yang jujur lebih dulu, hingga digelari al-Amin, baru kemudian diangkat menjadi utusan Allah untuk mengajarkan Islam kepada umat manusia.
Sabda Rasulullah SAW;
"Berpegang teguhlah dengan kebiasaan berkata benar. Sesungguhnya berkata benar mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seseorang yang selalu berkata benar, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang benar. Dan jauhilah kebohongan. Sesungguhnya kebohongan mengantarkan kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan ke neraka. Seseorang yang biasa berbohong, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai pembohong." (HR Bukhari dan Muslim).
Bohong dalam ucapan, kesaksian, pemberitaan, dan sebagainya merupakan salah satu tanda-tanda kemunafikan. Islam memandang kebohongan adalah induk dari berbagai dosa. Kebohongan akan menambah kerawanan-kerawanan dalam masyarakat.
Krisis multi-dimensional yang melanda negara kita muaranya adalah krisis akhlak. Salah satu bentuk krisis akhlak yang berdampak luas ialah krisis kejujuran. Mengamati perkembangan sosial, ekonomi, dan politik akhir-akhir ini, kita khawatir Indonesia tengah meluncur masuk kategori negara yang disebut zero trust society (menurut kategori Francis Fukuyama, 1995).
Krisis kejujuran menyuburkan praktik korupsi yang menggerogoti kehidupan kebangsaan, dari pucuk sampai ke akar, dari hulu sampai ke hilir. Karena kepandaian membohongi dan membuat lingkaran kebohongan, maka perbuatan korupsi, kolusi, suap, dan pungli makin merebak dan sulit dibuktikan.
Kebohongan tidak jarang membuat campur-aduknya antara yang haq dan yang bathil. Sesuatu yang bathil bisa tampak seolah sebagai kebenaran karena kepandaian membuat rekayasa dan kamuflase.
Firman Allah;
"Ketahuilah, laknat Allah atas orang-orang yang dusta." (QS Ali Imran: 61).
Rasulullah SAW mengingatkan;
"Berkata benar membawa ketenteraman, sedang berbohong menimbulkan ketidak-tenangan."
Mari kita tegakkan kejujuran dan berhenti membohongi diri sendiri atau orang lain. Kejujuran bukan sekadar slogan dan retorika, tapi harus menjadi karakter dan kultur masyarakat. Perbaikan moralitas umat dan bangsa hanya dapat terwujud kalau para pemimpin dan segenap elemen bangsa konsisten dengan prinsip kejujuran. Agama menyuruh kita berlaku lurus dalam ucapan dan perbuatan.
Allah SWT mengingatkan;
"Hai orang-orang beriman, takutlah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." (QS At-Taubah: 119).[sumber : Republika]

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda