Hari Anda adalah Hari ini

Jika datang pagi maka janganlah menunggu tibanya sore. Pada hari ini Anda hidup, bukan di hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan kejelekannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu datang.

Hari ini dengan mataharinya yang menyinari anda, adalah hari anda. Karena itu anggaplah rentang kehidupan anda adalah hari ini saja, seakan - akan anda dilahirkan pada hari ini dan akan mati hari ini juga. saat itulah Anda hidup, jangan tersangkut dengan gumpalan masa lalu dengan segala keresahan dan kesusahannya, dan jangan pula terikat dengan ketidak pastian di masa yang penuh dengan hal - hal yang menakitkan serta gelombang yang sangat mengerikan. Hanya untuk hari ini sajalah seharusnya anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.

Pada hari ini Anda harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusu', bacaan Al Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir sepenuh hati. Hanya untuk hari ini saja, saat dimana Anda hidup. Oleh karena itu, Anda harus benar - benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya setiap hitungan bulan, saat dimana Anda bisa menanamkan kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepadaNya, bersiap - siap untuk perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala dan kebahagiaan.

Saat hal yang harus Anda lakukan menuliskan pada dinding hati anda satu kalimat "Harimu adalah hari ini". Jika Anda makan nasi hangat hari ini, maka apakah nasi yang akan Anda makan kemarin yang sudah basi atau nasi besok hari yang belum jadi berdampak negatif terhadap diri Anda?

By : Nisa' LDK

KASIH MA'AFKAN AKU

Kasih...... salahkah aku ketika kita bersama hatiku mendua?
Kasih .......salahkah aku ketika kita bercumbu aku memikirkan yang lain?
Kasih ......salahkah aku ketika Kau perintah tak ku laksanakan?
Kasih.... dosakah aku ketika kau melarangku aku langgar?
Kasih..... karna itukah kau menjauhiku?

Kasih.... kembalilah padaku
Kini ku ayun kakiku melangkah kembali mendekatiMu
Kini ku buka hatiku hanya untuk mencintaiMu
Kini ku bulatkan tekad hanya untuk berkorban untukMu

Kasih..... akankah kau kembali?
bukankah kataMu bila ku mendekatiMu 1 lngkah
Kau mendekatiku 1000 langkh?

Kasih..... sungguh tak kan ku lakukan lagi
Sudah ku tutup kisah - kisah gelap itu
Ku jadikan ia pelajaran agar tak lagi kehilanganMu

Kasih.... kini kembali
Sungguh htiku hmp tanpa hadirMu
langkahku hambr tnp ridhoMu
hidupku kosong tnp diriMu

Kasih....
mukh Ku memafknku
atas kekonyolan nafasku?
Kasih.....
bukankah Kau Maha Pemaaf dan Maha Penerima taubat?

by : rahma

Jangan jadi kader muallaf terus dong!!!

Judul Buku : New Quantum Tarbiyah
Penulis : Solikhin Abu Izzudin
Penerbit : Pro U Media
Tebal : 318 halaman

Hem….. udah lama ngaji tapi ngak bisa dan ngak tahu apa - apa???!!!!! “Apa Kata Dunia”. So…. Jangan jadi kader muallaf terus dong, kader yang ngak berkembang dari masa ke masa (terlalu qona’ah kali ya), maunya di manja terus, dibimbing terus, trus (kayak tukang parker aja) kapan mau mbimbingngnya, kapan mau berkaryanya (hehe, “ntar ngak dapet bidadari edisi special lho”)? Pas da panggilan, eh…. Ogah – ogahan, yang alasan sibuk lah, belum cukup ilmu lah, dan serangkaian gerbong alasanpun diutarakan. Hum… capek deh.
Eits, no problem kalau ternyata masih jadi kader muallaf, yang penting segera berbenah. Khalid yang baru masuk Islam segera memimpin perang dan menang. Umar bin Khattab masuk Islam langsung berjuang. Hidayah bagi Hamzah menjadi “izzah” bagi dakwah. Bagaimana denganmu? Berapa lama kamu masuk Islam? Apa yang telah kamu unjuk gigikan?
Yupz, buku ini adalah solusinya, bacaan inspiratif kader kreatif, spirit untuk bangkit dan melejit. Berani mengoreksi diri, breaking the limit, mengerahkan segenap potensi dan melejitkan diri. Open eyes, open hear, open hand, usaha jemput hidayah. Yup, yup, usaha. Eits……. Tapi usahanya juga musti da aturannya lhu, ngak asal jalan, ntar malah kesasar. Butuh ilmu, yup… salah satunya dengan tarbiyah, pembelajaran tiada henti.
Tarbiyah bukan sekedar ngaji, tapi jalan perubahan . Perubahan itu butuh perencanaan sebagaimana melompat butuh galah (heheheh). Sebab, perubahan tanpa action plan berarti kegagalan. Hayo….. siapa berani berubah??
Buku ini memberikan metode tarbiyah yang cukup unik, mengerakkan nurani untuk segera berbenah dengan jargon – jargon singkat tapi berisi nan menggugah.
Menemukan, mendasyatkan dan mengerakkan, begitulah. Terangkum dalam 3 langkah, trilogy tarbiyah : tilawah, tazkiyah dan ta’lim.
Tilawah apapun, tilawah alam, tilawah keadaan dengan jernih, objektif sehingga lebih akurat memandang sesuatu. Membersihkan diri dari kungkungan kepesimisan dan yang terakhir, ta’lim, pembelajaran tiada henti, memperbaiki dan menambah skill meski kecil.
Eits…. Tapi buku ini dijamin tidak akan ngefeks apa – apa kalau cuma dibaca dan di pajang di rak buku doang lho. Semua butuh bukti, perwujudan. Bukankah Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya sendiri?. Dan Allah berjanji “…. Dan orang – orang yang bersungguh – sungguh (berjihad) di jalan Kami, sungguh benar – benar akan Kami tunjukkan jalan – jalan Kami (al ankabut : 69)”. Now, pha lagi yang ditunggu. Beginning prend. Jangan pernah takut untuk berubah kearah yang lebih baik, karena kita ngak tahu kapan ajal menjemput. So, don’t delay. Bismillahi tawakaltu alaLLahi la haula wala quata illa billah. Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mal wakil.
Wallahu a’lam.
(pu-3)

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda