Palestina Kita : Komentar & Jawaban Fakta Quran



oleh: Ustadz Hatta Syamsuddin, LC

Alhamdulillah, tidak menyangka setelah saya posting " Fakta Quran tentang Konflik Palestina" di blog, dan terlebih setelah di muat di situs eramuslim.com , ternyata banyak komentar yang masuk, baik di eramuslim, blog, maupun juga via imel saya. Padahal sejujurnya, tulisan itu tak lebih dari ungkapan hati dan keinginan untuk berkontribusi sedikit dalam membantu saudara kita di Palestina.

Banyak komentar yang senada, mendukung dan ikut prihatin dengan apa yang terjadi di Palestina. Mengecam mereka yang memposisikan diri sebagai pembela Israel, sekaligus mengajak untuk intropeksi tentang kelemahan umat muslim, dan berusaha memperbaikinya dengan dakwah dan menyatukan ukhuwah. Subhanallah, saya yakin komentar-komentar dalam rangka memotivasi dan menasehati tersebut -insya Allah- bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Tentu saja ada komentar yang terlihat tidak setuju, sinis, dengan apa yang saya tulis. Saya tetap menghargai apa yang mereka tuliskan, karena itu adalah sebuah cara pandang lain yang pasti ada dalam menyikapi segala sesuatu di dunia ini.

Khusus untuk Anda, pembaca blog yang sengaja atau cuma tersesat di mesin search engine lalu mampir di sini, saya ingin memuat salah satu kritikan yang dikirim via imel saya, dan tentu saja plus komentar susulan atau jawaban dari saya. Semoga bermanfaat.

Bapak WJ menulis :

Hanya lantaran ANda itu seorang muslim, dalam menulis artikel itu, unsur subyektifitas dan berat sebelah itu sangat dominan, 100%. Bapak menyalahkan Israel. Bapak menyalahkan dunia internasional yg tak berbuat apa2.

Kalau Israel mau membabi buta membatai rakyat sipil Gaza seperti yg dilakukan oleh Hamas terhadap warga sipil Israel maka dalam sekejap sja Gaza sudah rata dengan tanah. Kalau terdapat banyak korban sipil di pihak warga Gaza, itu lantaran Hamas itu pengecut, menggunakan warga sipil sebagai tameng.

Padahal Israel melakukan semua itu karena ulah kelompok2 mujahidin Hamas dan lain2nya yg terus menerus menembaki roket dari wilayah Gaza ke wilayah Israel yg menewaskan warga sipil Israel dan merusak harta benda warga tersebut. Kalau roket Qasam (atau apalah namanya) itu tidak ditembakkan ke wilayah Israel, apakah Israel sembarangan melakukan embargo dan aksi2 militer lainnya ke Gaza? Saya yakin tidak. Kalau Israel melakukannya tanpa suatu alasan apapun, sayapun merupakan salah satu yg akan mengutuk Israel. Tapi kenyataannya sangat tidak demikian. Kita sebagai manusia – saya nggak tau kalau kaum muslimin seperti Bapak ini – mempunyai rasa simpati kalau warga sipil Israel menjadi bulan2an serangan roket Qasam. Saya yakin kaum muslimin seperti Anda ini, pasti gembira melihat warga Israel yg menjadi korban serangan roket Qasam. Makanya, dunia internasional, kecuali negara2 Islam, tidak mempunyai simpati terhadap warga Gaza.

Yang anehnya kalian kaum muslimin masih mengklaim kemenangan. Kemenangan macam apa? Hamas itu sebenarnya sudah tamat riwayatnya. Dengan serangan ke Gaza ini, Hamas itu sudah mendapatkan hantaman telak yg sebenarnya sangat jauh diluar dugaan kalau serangan Israel itu sehebat ini. Para pemimpin Hamas pada bersembunyi entah dimana nggak kelihatan batang hidungnya. Sebut saja Ismail Haniyah dan Mahmoud Zahar. Dimana mereka sekarang. Secara politik Hamas alah telak. Secara militer apa lagi. Dengan perjanjian gencatan sejata kali ini dimana Hamas sudah dilarang untuk mempersenjatai diri – ini adalah kekalahan telak bagi Hamas – walau sulit untuk dijamin bahwa penrjanjian gencatan senjata ini tidak akan dilanggar Hamas. Kalau Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata maka sudah pasti Israel akan menyerang lagi.

Sekian

WJ

Jawaban saya :

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas komentar dan kritikan Bapak, semoga itu bisa memotivasi saya untuk menulis dengan lebih objektif di kesempatan yang akan datang.

Adapun terhadap komentar & kritikan Bapak, perkenankan saya menjawab seperlunya dan singkat, karena saya yakin Bapak juga 'lebih tahu' tentang jawaban saya.

Pertama, tentang subjektifitas.

Apa yang saya paparkan itu sebenarnya tidak lebih dari realita yang semua orang tangkap dari pemberitaan media massa di hari-hari serangan Israel ini. Bukan saya pribadi, tapi coba Bapak lihat di media nasional bahkan internasional, sangat banyak dan bahkan hampir semuanya mencerca dan menyalahkan Israel. Bukan hanya dari dunia islam, bahkan juga negara-negara Amerika Latin (Venezeula). Nah, jika tulisan saya yang menyalahkan israel dianggap subjektif, berarti Bapak juga menuduh semua media internasional ini subjektif ? Kalo Bapak tetap merasa objektif dengan pendapat Bapak, silahkan saja. Tapi saya juga berhak untuk mengatakan bahwa tulisan Bapak juga tidak kalah subjektifnya bukan ?

Kedua, tentang serangan israel adalah balasan dari roket-roket hamas yang menggempur kota-kota di selatan Israel.

Untuk meluruskan ini, silahkan Bapak lihat lebih jernih sejarah konflik di Palestina dengan lebih jernih dan lebih luas. Yahudi dan Islam selama 800 tahun hidup berdampingan dalam pemerintahan Turki Usmani, setelah datang penjajahan Inggris, yang dilanjutkan dengan berdirinya negara Israel, Bapak tahu apa yang terjadi ? Kedamaian itu segera punah, karena keserakahan Zionis Israel dalam mencaplok tanah palestina. Tahun demi tahun kita menyaksikan tanah palestina semakin sempit, bukan cuma tanah, sudah puluhan ribu jiwa juga telah melayang dalam penjajahan Israel. Belum lagi tercatat betapa banyak pemimpin2 palestina yang ditangkap bahkan dibunuh oleh Israel. Belum lagi kejadian terakhir dengan blokade ekonomi & fasilitas layanan umum seperti listrik, telepon dan air. Nah, setelah itu semua siapa sebenarnya yang layak untuk membalas, Israel atau Palestina.

Bapak juga menuliskan bahwa " warga sipil Israel menjadi bulan-bulanan roket Hamas ", semoga Bapak tidak lupa berapa perbandingan jumlah korban sipil dan kerusakan yang sangat tidak seimbang antara kedua belah pihak. Jika Bapak katakan israel menjadi bulan-bulanan roket Israel, apa yang Bapak katakan tentang roket-roket Hamasl, Bom-bom cluster, tembakan meriam tank, bahkan bom fosfor yang diarahkan ke gaza ?
Mungkin menurut Bapak itu hanya sekedar tembakan peringatan, dan tembakan balasan yang sudah sewajarnya Israel lakukan. Bukan demikian ?
Bahkan jika dikatakan itu serangan balasan, sungguh balasan yang tidak kesatria.

Ketiga, tentang kemenangan Hamas.

Sah-sah saja Hamas mengklaim memenangkan peperangan ini. Pertana, Jika dilihat dari perbandingan kekuatan militer kedua belah pihak yang sangat tidak sepadan, maka kemampuan HAMAS untuk terus bertahan dan bahkan terus melawan pantang menyerah, sudah sangat pantas disebut Kemenangan.Kedua, dalam teori peperangan yang paling primitif pun, pihak yang lebih dahulu meninggalkan medan perang, sudah cukup untuk disebut sebagai pihak yang kalah. Lihat saja kasus pendudukan Amerika di Vietnam, begitu pula Uni Soviet di Afghanistan.

Keempat, ajakan untuk sedikit merenung

mari sama-sama kita sadari bahwa negara kita Indonesia, pernah dalam kondisi terjajah sebagaimana Palestina saat ini. Banyak sudah pahlawan kita yang berjuang dan berguguran membela sejengkal tanah bangsa ini. Maka, apakah tidak ada sedikit simpati Bapak -atas nama kemanusiaan- kepada mereka yang juga tengah berjuang mempertahankan Palestina dan memperjuangkan kemerdekaannya ? Apa yang Bapak lakukan jika Indonesia ini juga di serang oleh Amerika, Australia atau SIngapura misalnya ? diam, setuju, dan pasrah begitu saja. Tidak saya yakin Bapak juga akan ikut terlibat berjuang membela bangsa ini, sesuai dengan kemampuan yang Bapak punya.

Akhirnya, semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua. Mohon maaf jika jawaban ini masih belum memuaskan. Sekali lagi terimakasih atas sharingnya.

Palestina Kita : Fakta Quran tentang Konflik Palestina


Oleh : Ustadz Hatta Syamsuddin, LC, el-Qudsy



Sudah lebih tiga pekan serangan zionis Israel ke wilayah Gaza, belum ada tanda-tanda pembantaian ini akan segera berakhir. Hingga hari ini (17/1) setidaknya tercatat lebih dari 1100-an jiwa melayang dan lima ribuan yang lainnya luka-luka. Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan korban di Gaza yang terus bertambah. Tapi kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita, menyampaikan kepedulian kita, atau setidaknya meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan.

Tidak boleh ada perasaan bosan saat mendengar berita Palestina. Tidak boleh kita berputus asa dalam melantunkan doa-doa untuk saudara kita disana. Tidak boleh merasa doa kita sia-sia. Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesombongannya begitu saja. Karena Allah SWT berfirman : " Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak ( QS Ibrahim 42)

Hari ini kita melihat pemberitaan yang begitu beragam tentang fakta-fakta yang terjadi di Palestina. Ada yang mengutuk kekejian Israel, ada pula yang memprotes keangkuhan Amerika, Ada pula yang mengkritik pemimpin Arab yang 'jubana' (pengecut), bahkan ada pula yang tetap konsisten memberitakan Hamas sebagai teroris dan biang kerok semua permasalahan ini. Semuanya begitu kompleks dan membingungkan, sehingga banyak orang yang begitu bersedih dan berempati dengan pemandangan gambar-gambar korban dan ledakan, namun sedikit yang mengetahui hakikat permasalahan dan fakta yang shohih di Palestina.

Karenanya, kita perlu memetakan lebih jelas tentang permasalahan Palestina. Saya ingin mengungkapkan fakta-fakta dalam al-Quran dalam memetakan masalah ini. Bahwasanya Al-Quran jauh-jauh hari telah menggambarkan fakta-fakta yang terjadi hari ini di Palestina melalui ayat-ayatnya yang mulia.
Ini semua penting agar kita bisa berpikir lebih mendalam, lebih strategis dan lebih fokus dalam menyusun langkah kontribusi kita untuk Palestina. Agar kita tidak reaktif dan mudah terkejut, dan selalu shock dalam mendengar pemberitaan masalah Palestina.

Berikut fakta-fakta yang telah digambarkan Al-Quran, dan sekarang terjadi begitu nyata di Palestina.

Fakta 1 : Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian

Allah SWT berfirman : "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik".(Al-Maidah 82).

Ketika Al-Quran 14abad yang lalu telah jelas menyatakan fakta bahwa Yahudi menyimpan permusuhan yang amat keras terhadap umat Islam, maka hari ini kita menyaksikan dengan jelas gambaran permusuhan itu begitu nyata di depan mata kita. Jika 'sekedar' menghitung angka korban jiwa dan luka-luka mungkin belum mewakili gambaran kebuasan mereka. Ada gambaran yang lebih buas dari hitungan angka-angka, saat Shadr seorang perempuan kecil berumur 4 tahun harus tewas menyongsong peluru tentara Israel di dadanya. Bahkan sang ayah tidak bisa menyelamatkan jasad putrinya, karena beberapa detik berikutnya datang sekumpulan anjing-anjing pelacak Israel untuk segera menyantap si kecil yang syahid itu. Seolah-olah tentara Israel itu memang membidikkan pelurunya untuk berburu makanan bagi anjing peliharaannya. Gambaran lain tak kalah mengerikannya adalah saat tubuh-tubuh yang tak bernyawa di tengah jalan harus remuk terlindas oleh tank-tank zionis yang bergerak memasuki gaza. Begitu pula penggunaan senjata fosfor putih oleh tentara Israel yang tidak pernah ditemukan dalam kamus kekejaman bangsa lainnya. Adakah kebiadabaan manusia yang melebihi gambaran di atas ? Fakta Al-Quran tentang kebengisan Yahudi ini membuat kita sadar, bagaimana cara terbaik menghadapi Zionis Israel.

Kemudian dalam ayat yang lain Allah SWT memberitahukan kepada Rasulullah SAW tentang karakter Yahudi : " (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya"). (Al-Anfal 56). Inilah fakta lain tentang Yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah Yahudi dalam Siroh Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan penghianatan.

Fakta 2 : Adanya kaum muslimin yang terusir dan terbunuh di Palestina karena keyakinan mereka berislam.

Allah SWT berfirman : .. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." (QS Haj 40)

Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya 'hanya' karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina hari ini –dan sejak setengah abad yang lampau- adalah bukti riil fakta al-Quran di atas. Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Zionis Israel. Maka merekapun bertahan, merekapun melawan, mempertahankan sejengkal tanah kemuliaan Islam dari jajahan zionis. Karena semua alasan mulia itulah hari ini banyak warga Palestina meregang nyawa.

Fakta 3 : Adanya Skenario Global di balik konflik Palestina .

Allah SWT berfirman : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqoroh 120)

Dibalik fakta keangkuhan Israel hari ini, adalah karena adanya dukungan setia Amerika. Bahkan kita lihat titik balik keberadaan negara Israel di Palestina, adalah karena kebaikan hati Inggris kepada kaum Yahudi, sekaligus kebencian mereka terhadap Islam. Dua negara besar ini selalu konsisten mendukung Zionis Israel. Bukan hanya teknis persenjataan yang selalu disuplai, tetapi juga kebijakan-kebijakan perdamaian dan juga ' pengkhianatan' perdamaian yang selalu diamankan oleh Amerika. Resolusi PBB untuk gencatan senjata sepekan lalu –dengan abstainnya Amerika- adalah salah satu keajaiban dunia yang menyalahi sejarah konsistensi dukungan Amerika terhadap Israel. Biasanya Amerika akan dengan mudah memveto setiap kebijakan yang merugikan zionis, adik tirinya tersebut. Tapi tidak ada yang berubah dari Amerika, berita hari ini menyebutkan pertemuan dua Menlu AS-Israel ; Condolize Reece dan Tzipi Livni yang mengukuhkan kesepakatan untuk menghalangi sekuat tenaga masuknya dukungan persenjataan ke Palestina. Jadi, tidak ada yang salah dengan fakta Al-Quran.

Fakta 4 : Adanya Benih-benih kemunafikan yang mengganggu perjuangan Jihad

Allah SWT berfirman : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu…"(Al-Hasyr 11)

Fakta Al-Quran dan juga fakta sejarah kenabian selalu mengingatkan kita adanya bahaya dari dalam. Jangankan hari ini saat umat Islam dalam kondisi lemah dan terpecah, bahkan di barisan pasukan Rasulullah SAW di Madinah pun bercokol sekelompok munafik yang terus aktif menghasut dan menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Masih ingat bukan peperangan Uhud, saat 300 dari 1000 pasukan rasulullah SAW membelot mundur ke Madinah karena kecewa dengan keputusan Rasulullah SAW ? Maka hari ini kita menyaksikan adanya dua negara arab besar yang memboikot KTT darurat Liga Arab di Dhoha, Qatar yang sedianya direncanakan menghasilkan keputusan yang 'keras' dan efektif untuk menghentikan kebiadaban Israel. Adakah ungkapan yang lebih halus untuk mengganti kata 'kemunafikan' bagi kedua bangsa tersebut ?.

Belum lagi masalah perbatasan Rafah yang masih saja ditutup oleh pemerintah Mesir. Sehingga dukungan kemanusiaan, apalagi mujahidin dan persenjataan tidak bisa menjangkau Gaza. Kisahnya sangat berkebalikan dengan yang terjadi di Afghanistan saat melawan Uni Soviet duapuluh tahun yang lampau, saat Pakistan membuka perbatasannya untuk masuknya mujahidin dan persenjataanya ke Afhanistan. Hari ini pemerintah Mesir menjadi 'bemper' pelindung Zionis Israel dari masuknya solidaritas muslim internasional. Begitu pula saat bicara dengan pemimpin-pemimpin Arab, Husni Mubarok sekuat tenaga meyakinkan teman-temannya untuk tetap lunak pada Israel. Tanpa sadar, nampaknya presiden 'Husni Mubarok' ingin mengulangi kelakuan Abdullah bin Ubay yang mati-matian membela Yahudi Bani Qainuqo' saat Rasulullah SAW akan memberikan sanksi atas pengkhianatan yang mereka lakukan pada konstitusi Madinah. Nah, adakah ungkapan yang lebih halus dari 'kemunafikan' untuk menggambarkan sikap tersebut ?

Fakta 5 : Ada banyak kaum banyak kaum muslimin lemah tidak berdaya

Ada perubahan besar terjadi pada gaya hidup sebagian besar kaum muslimin paska tumbangnya kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Banyak negara muslimin dijajah oleh negara-negara Barat dan penduduknya pun mulai mengadopsi pemikiran dan gaya hidup Barat yang materialis. Akibatnya, cinta harta dan dunia mulai mengakar dalam kehidupan kaum muslimin. Pada saat itulah, jihad yang membentengi kemuliaan Islam mulai tergerogoti. Al-Quran telah menggambarkan fakta tersebut dengan jelas . Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit (At-Taubah 38)

Kelemahan inilah yang segera ditangkap oleh musuh-musuh Islam. Mereka kini lebih berani dalam menganiaya dan menginjak-injak negeri Islam karena merasa 'aman' dengan lemahnya semangat kaum muslimin dalam berjihad. Lihat saja penyerangan secara sistematis pada negeri muslim dalam dua warsa terakhir ini. Dari mulai Afghanistan, Irak, Palestina, hingga negara-negara yang masuk dalam daftar tunggu penyerangan seperti ; Iran, Sudan dan Suriah.

Gambaran seperti inilah yang juga terjadi di Palestina, keangkuhan Israel dalam membombardir Palestina dengan penuh percaya diri, salah satunya karena mereka yakin tidak ada satu negara muslim pun yang berani mengirimkan pasukannya membela Palestina atas nama jihad. Negara-negara muslim dalam kondisi lemah dan takut menghadapi balasan Amerika dan sekutunya face to face. Akhirnya Israel melenggang begitu nyamannya dalam menebar bom cluster di bumi Palestina. Tidak ada pembelaan dari negara-negara muslim tetangganya. Hizbullah Libanon pun malu-malu untuk mengirimkan roketnya ke wilayah Israel. Bahkan Iran yang sempat 'berkoar-koar' pun belum sekalipun mengarahkan roketnya ke Israel. Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Mujahid pun harus berdiam diri karena sibuk dengan konflik Darfur yang juga disutradari Amerika.

Inilah kenyataan hari ini, dan ini pulalah yang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, bahwa umat Islam akan menjadi santapan bangsa-bangsa lain di akhir zaman. Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan banyak, tapi bagaikan buih yang terombang ambing lemah tak berdaya. Semua ini karena umat Islam terjangkiti sindrom wahn, yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : " Cinta dunia dan takut mati " (HR Abu Daud)

Fakta 6 : Ada kelompok yang senantiasa mengusung tinggi jihad untuk menegakkan kalimatullah tanpa ragu dan gentar.

Allah SWT berfirman : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (QS Al Ahzab 23).

Al-Quran menyebutkan fakta akan adanya golongan yang senantiasa 'setia' untuk memperjuangkan kejayaan Islam. Bahkan meskipun diantara mereka banyak yang telah berguguran, tidak sedikitpun membuat komitmen mereka untuk berjihad mundur dan luntur. Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa Hamas tampil sebagai gambaran riil fakta Al-Quran tersebut. Tuduhan organisasi teroris tidak membuatnya gentar sejengkalpun. Pemborbardiran Zionis Israel disambut dengan perlawanan sekuat tenaga. Petinggi Hamas Kholid Meshal dalam banyak kesempatan senantiasa mengulang-ulang sikap Hamas yang tidak akan mundur dalam mempertahankan Gaza.

Logika mana yang bisa menjelaskan Hamas yang awalnya adalah sebuah organisasi massa Islam, kini bertarung dengan gagah melawan Zionis Israel yang mempunyai kekuatan militer terkuat di Timur Tengah ? . Kesimpulan paling mudah yang kita tangkap adalah ' konsistensi' Hamas dalam berjihad, itulah yang membuat mereka tetap eksis dan terus melawan. Ruh Jihad menjadi semacam jaminan bagi kekuatan sekecil apapun untuk melawan kekuatan sebesar apapun. Bukankah Allah SWT berfirman : "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.(QS Al-Baqoroh 249)

Akhirnya, semua ungkapan dan isyarat kekaguman dan penghormatan, entah itu standing avocation, apllause, angkat topi, hormat tangan, atau apa saja yang bisa mengungkapkan kekaguman sangatlah layak diberikan pada Hamas. Setelah kagum, tentu saja kita juga harus menjadi bagian yang mendukung perjuangan jihad tersebut. Siapa yang bisa menahan keinginan untuk tidak bergabung dalam barisan pembela kebenaran yang telah dijamin eksistensinya oleh Rasulullah. Tidaklah berlebihan, jika dikatakan fenomena Hamas hari ini adalah bukti riil keberadaan kelompok jihad abadi di muka bumi ini, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : " Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak memperjuangkan kebenaran, dan mereka tidak akan terpengaruh dengan orang-orang yang memusuhi dan memerangi mereka ". (HR Muslim). Ketika Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat tentang siapa mereka itu ?. Maka beliau menjawab : " di sekitar masjid al-Aqsha". Subhanallah

Raport Merah Ideologi Demokrasi


Isu demokrasi telah mendunia. Ideologi produk Barat ini (baca: orang-orang kafir) lantas dipaksakan atas negara-negara lain, termasuk pada komunitas kaum muslimin. Opini yang dihembuskan, bahwa kesengsaraan dan penderitaan rakyat suatu negara berpangkal pada hilangnya ruh demokratis di tengah mereka. Ketika suasana demokratis telah menaungi sebuah negara, maka rakyat akan hidup dalam kemakmuran yang merata (?!).

Faktanya, justru, wajah demokrasi melahirkan masalahmasalah baru yang tidak bisa dianggap sepele oleh umat Islam. Berikut ini sedikit tentang pelanggaran-pelanggaran ideologi demokrasi secara ringkas, baik ditinjau dari hukum asalnya, atau m e k a n i s m e - m e k a n i s m e penyelenggaraan negara dalam negara berdemokrasi (dimanapun) ditinjau dari sudut pandang Islam.

PELANGGARAN TERHADAP AKIDAH ISLAM

Pelanggaran dalam aspek akidah ini, lantaran ideologi demokrasi memutuskan hukum berdasarkan suara mayoritas. Apapun hasilnya, pilihan suara mayoritas itu akan diputuskan sebagai peraturan yang mengikat. Suara terbanyak dikultuskan, dan penetapan hukum-hukum hanya berada di tangan sekelompok orang saja.

Demokrasi yang bertumpu pada ketaatan pada suara mayoritas telah mengakibatkan terjadinya syirkuth-thâ’ah (menyekutukan sesuatu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala pada aspek ketaatan secara mutlak). Simaklah ayat berikut :

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?

Hukum Allah itulah yang mestinya (wajib) diterapkan dalam seluruh bidang kehidupan sosial kemasyarakatan. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala al-Khâliq (Dzat Yang Maha Menciptakan) dan Maha Tahu apa yang paling bermanfaat dan mengandung maslahat sebesarbesarnya bagi makhluk-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya:
Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Qs. Yûsuf/12:40).


MEMICU SIFAT KEMUNAFIKAN

Calon-calon legislatif atau eksekutif berusaha menampilkan citra dirinya sebagai figur yang baik. Tak kurang, misalnya dalam soal nama, disematkanlah label Haji (H) dan Hajjah (Hj). Penyematan gelar-gelar seperti ini atau yang sejenisnya, seolah menjadi “wajib”. Ucapan-ucapan manis dan janji-janji menarik menghiasi bibir-bibirnya. Semuanya menjanjikan perbaikan keadaan dan meningkatkan kemakmuran rakyat.

Namun, begitu usai dan berhasil menggenggam jabatan, ternyata kepentingan pribadi, partai atau golongan berbalik menjadi tujuan utamanya. Janji-janji yang pernah diucapkan hanyalah isapan jempol. Itulah sebuah kedustaan. Padahal Allah Shubhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orangorang yang benar. (Qs. at-Taubah/ 9:119).

Juga disebutkan riwayat dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu , Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Tanda-tanda kemunafikan ada tiga. Jika berbicara, ia dusta. (2) Jika berjanji, ia mengingkari. (3) dan jika dipercaya, ia berkhianat. (HR al-Bukhâri, no. 32, dan Muslim, no. 89).

MENYUBURKAN BUDAYA SUAP

Politik uang tidak bisa lepas dari alam demokrasi. Misalnya dengan pembagian sembako, hadiah, atau bantuan lain. Ini dilakukan oleh calon-calon pencari kekuasaan untuk menarik simpati kalangan bawah. Apapun bentuknya, ketika materi berbicara, itulah esensi dari politik uang. Dalam terminologi fiqih sebagai risywah (suap) yang diharamkan Islam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Allah melaknat penyuap dan orang yang disuap. (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni, Shahîh at- Targhîb wat-Tarhîb, 2/261).

PUJIAN BAGI DIRI SENDIRI

Dalam alam demokrasi, sebagian calon eksekutif maupun legislatif senang memuji diri sendiri. Saat kampanye sering menyatakan sebagai pihak yang paling pantas mengemban amanah rakyat. Pujian-pujian dan sanjungan-sanjungan juga dipaksakan oleh tim suksesnya demi kemenangan calon-calonnya. Bisa disaksikan, baliho-baliho, spanduk-spanduk maupun iklaniklan dijejali dengan ungkapanungkapan pujian, gambar-gambar bagaimana orang-orang yang mencalonkan diri (atau dicalonkan) berempati kepada rakyat kecil, rela berkotor-kotor keluar masuk pasar tradisional (yang sebelumnya tidak pernah dilakukan) guna mendulang simpati lebih besar. Bila mereka tidak berhak dipuji, berarti telah terjadi penipuan dan kedustaan. Jika sepertinya pantas memperoleh pujian, ini pun tidak perlu dilakukan.

Hal ini karena pada asalnya, memuji diri sendiri tidak boleh (haram). Seseorang dituntut agar rendah hati, tidak menonjolkan diri, atau membanggakan diri. Allah Shubhanahu wa Ta'ala berfirman:

Maka, janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Qs. an- Najm/53:32).

SIAPAPUN BISA TERPILIH, MESKI ORANG PALING ZHALIM DAN TERBEJAT SEKALIPUN

Proses pencapaian kursi kekuasaan dalam ideologi demokrasi melalui mekanisme kepartaian. Masing-masing partai mendelegasikan orang pilihannya. Lantas, masyarakat menentukan pilihan pada siapa saja yang mereka kehendaki, tanpa memandang baik buruknya individu tersebut. Dalam penghitungan suara, para wakil yang memperoleh suara terbanyak akan memperoleh tempat. Demikian pula, pemegang kekuasaan (eksekutif) berdasarkan suara terbanyak, bagaimanapun buruk sifat dan karakter mereka.

DEMOKRASI MEMECAH PERSATUAN UMAT

Ideologi demokrasi melahirkan pembentukan partai-partai yang sangat berpotensi menimbulkan perpecahan dan fanatisme buta terhadap golongan. Secara tidak langsung juga menumbuhkan bahaya laten konflik antar simpatisan. Bahkan untuk membela golongannya rela mempertaruhkan nyawanya. Sedangkan Islam mengutamakan persatuan dan mencela perpecahan.

ADANYA UNSUR PERJUDIAN DALAM PESTA DEMOKRASI

Terjadinya persaingan dalam meraih kekuasaan, telah menginspirasikan berbagai cara ditempuh untuk memenangkan suara. Bagi yang kalah, ia akan mengalami banyak kerugian. Inilah hasil yang akan didapat pihak pecundang. Sebaliknya, pihak yang memenangkan, ia akan memperoleh keuntungan. Meskipun pada hakikatnya, semua pihak mengalami kerugian dalam pesta yang menelan anggaran sangat besar, baik negara maupun individu. Dikatakan oleh Syaikh ‘Abdul-Muhsin –hafizhahullah- realita ini mirip dengan qimâr (perjudian).

DEMOKRASI MENGAJARKAN KEBEBASAN MUTLAK

Demokrasi terbangun di atas asas kebebasan mutlak, meskipun berupa kekufuran atau kebejatan dan degradasi moral. Setiap orang bebas melontarkan atau bertindak serta meyakini apa saja, tanpa memperhatikan norma agama maupun norma sosial, etika. Dalihnya, karena semua orang bebas menentukan pilihan pribadinya tanpa intervensi orang lain.

Demikian, sebagian pelanggaran demokrasi terhadap syariat Islam. Ketika sebuah sistem berlandaskan pada pemikiran yang rusak (kekufuran), maka tak dapat terelakkan, out putnya pun tidak jauh berbeda. Yakni membuahkan hasil yang sama-sama rusak dan berakibat buruk bagi orang banyak. Wallahul-Hadi ilâ Shirâthil- Mustaqîm.

Marâji‘:
1. Al-Adlu fi Syarî’atil Islâm wa Laisa fid-Dimaqratiyyah al- Maz’umah, ‘Abdul-Muhsin al- Abbâd Darut-Tauhîd, Riyadh, Cetakan I, 1428 H.
2. Hukmu ad-Dimaqrathiyyah fil- Islâm, Munkarât wa Mukhâlafât Syar’iyyah Tahshulu fil- Intikhâbât, Dr. Hamd bin Muhammad al-Hâjiri, Cetakan I, Tahun 1427 H – 2006 M, tanpa penerbit

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda